Ternyata Bayar Pajak bisa Melalui ATM

♠ Posted by adi wijaya in at 9:29:00 PM
Sistem penerimaan negara online mulai diaplikasikan pada 1 November nanti. Program itu memadukan teknologi informasi di Ditjen Pajak dan Ditjen Perbendaharaan Depkeu. Melalui sistem tersebut, pembayaran pajak tak harus dilakukan langsung di bank.
Berlaku Per 1 November
JAKARTA – Sistem penerimaan negara online mulai diaplikasikan pada 1 November nanti. Program itu memadukan teknologi informasi di Ditjen Pajak dan Ditjen Perbendaharan Depkeu. Melalui sistem tersebut, pembayaran pajak tak harus dilakukan langsung di bank.
“Nanti orang membayar pajak tidak harus pergi ke bank. Bisa dari rumah melalui komputer (yang tersambung internet),” kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu Mulia P. Nasution di kantornya akhir pekan lalu. Sistem tersebut merupakan bagian dari treasury single account (rekening perbendaharaan tunggal).
Dengan penggabungan teknologi informasi dari dua Ditjen di Depkeu itu, pembayaran pajak akan langsung masuk ke kas negara. Namun, pada saat yang sama Ditjen pajak bisa memperoleh akses tentang pembayaran tersebut. Untuk memperlancar sistem itu, Depkeu bekerja sama dengan bank umum.
Menurut Mulia, sebelumnya hubungan pemerintah dengan perbankan masih belum transparan. Hal itu karena pemerintah tidak dibebani cost, namun bank bisa mendapatkan sumber biaya murah dengan penyimpanan kas negara dalam waktu tertentu. “Ke depan harus jelas hitung-hitungannya. Mereka menyelenggarakan jasa kepada kita, kita bayar. Sebaliknya, tidak ada saldo yang mengendap di sana,” katanya.
Karena tidak ada yang mengendap di bank umum, saldo dikumpulkan pemerintah di Bank Indonesia. “Itu yang harus dioptimalkan. Nanti diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan uang negara,” katanya. Dia menambahkan, dengan adanya kemudahan bagi pembayar pajak, penerimaan negara diharapkan bertambah. “Kita berharap lebih banyak yang diterima. Sebab, itu suatu sistem yang diterapkan oleh 87 bank dan digunakan di ribuan kantor-kantor cabang di bank tersebut, sehingga jangkauannya semakin luas,” beber Mulia.
Dalam melakukan pembayaran, wajib pajak diberi nomor tanda pengenal pajak. Nomor itu bisa digunakan sebagai alat penelusuran pada waktu meminta restitusi. “Nanti akan dicocokkan. Jadi ketahuan walaupun dilakukan di kantor pelayanan perbendaharaan dan bank-bank persepsi yang berbeda,” ujarnya. Upaya itu sekaligus memudahkan monitoring dan memperkecil kemungkinan penyalahgunaan.
Jenis pajak yang dapat dibayar melalui fasilitas ini adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tagihan yang ada di ATM merupakan pajak terutang yang sudah ditetapkan dalam Surat Ketetapan Pajak, sehingga tidak merugikan pembayarannya.

7 komentar:

sangat bagus infonya gan..

apa lebih aman kalo lewat ATM.apa lagi setelah beberapa waktu lalu banyak kejahatan lewat ATM.

sbnrnya dgn ATM lbm mudah cmn ada beberapa hal jg yang harus di perhatikan, kalw boleh usul..mslnya:

untuk pajak yg bayarnya gk terllu banyak ckup di ATM aja, tkutnya klw byar pajak bnyak dpt dicurikan pasworndnya,, untuk pmbyarn pajak yg jutaan dpt langsung dtg ke BANK persepsi aja sob..(itu tipsnya)

dari mana aja boleh,
yang penting bayar pajak dan tidak telat agar tidak kena denda

gimana caranya biar bisa bayar pajak via atm atau internet banking??

bayar tagihan pajak bs melalui ATM mana aja asalkan Bank tmpat anda menabung mmberikan layann tersebut...
slh satu contoh yg dpt sy berikan adalah pembayaran tagihan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)yg dlkukan mllui ATM BCA mk anda tnggal log in aja d ATM anda kmdian pilih transaki pembayaran untuk pembayaran tagihan dlm hal ini tagihan PBB anda nah bukti pembayaran online td yg klwr malalui ATM JANGAN anda buang soalnya itu akan mnjadi bukti pembayarn pajak anda ketika anda melapor di KPP tmpat anda terdaftar... oke sekian

DAFTAR ATM TEMPAT PEMBAYARAN PBB
Menurut surat Direktur DTPB No. S-091/PJ.13/2008, bahwa sekarang ini PBB bisa dibayar di ATM bank : BCA, BII, Bank Jatim, Bank Bumiputera, Bank Bali, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank DKI, dan BNI. Untuk Bank Jatim tentunya hanya melayani objek PBB di Jatim, Bank DKI untuk objek PBB di Jakarta, dan Bank Bali untuk objek PBB di Bali saja!

Selain lewat ATM, pembayaran PBB bisa juga dengan internet banking : BCA, Bank Mandiri, dan BNI. Atau bisa juga dengan Call Mandiri [Bank Mandiri] dan Phone Plus [BNI].

Satu hal, bayar PBB akan lebih aman jika dibayar sendiri! Tidak dititipkan. Gampang ko, tinggal bawa SPPT PBB, pergi ke ATM, pilih menu pembayaran pajak, masukkan NOP, dan tahun pajak! Fakta yang saya temukan, banyak kasus PBB yang dititipkan ke petugas desa atau pemda tidak disetorkan ke Kas Negara.

klo bayar pph 21 orang pribadi kurang bayar bisa via atm ga?

Poskan Komentar

Silahkan Beri Komentar dan pertanyaan, semoga saya bisa membantu menjawabnya. TIDAK BAYAR KOK,,,!!!